Surah Al-Anfal — Ayat 5

Rampasan Perang · 8:5 · 5/75

كَمَآ أَخْرَجَكَ رَبُّكَ مِنۢ بَيْتِكَ بِٱلْحَقِّ وَإِنَّ فَرِيقًا مِّنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ لَكَـٰرِهُونَ

Kama akhrajaka rabbuka min baytika bilhaqqiwa-inna fareeqan mina almu'mineena lakarihoon

Tilawah ayat

Terjemahan ayat ini 6

Kementerian Agama RI

Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

King Fahad Quran Complex

Sebagaimana Tuhan-mu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

Perusahaan Sabiq

Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran, meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.

Sabiq · edisi sumber

5. Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran,[358] meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya.

Catatan

[358]. Menurut Al-Maraghi, Allah mengatur pembagian harta rampasan perang dengan benar, sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan benar pula. Menurut Ath-Thabari, keluar dari rumah dengan maksud berperang.

Kementerian Agama · edisi sumber

Sebagaimana Tuhanmu menyuruhmu pergi dari rumahmu dengan kebenaran,358) meskipun sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

Catatan

*358) Menurut Al-Maragi, Allah mengatur pembagian harta rampasan perang dengan benar, sebagaimana Allah menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan benar pula. Menurut Al-Ma'bari, Keluar dari rumah dengan maksud berperang.

King Fahad Quran Complex · edisi sumber

Sebagaimana Tuhan-mu menyuruhmu pergi dan rumahmu dengan kebenaran596, padahal sesungguhnya sebagian dari orang-orang yang beriman itu tidak menyukainya,

Catatan

596. Maksudnya Menurut Al-Marāgī; Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā mengatur pembagian harta rampasan perang dengan kebenaran, sebagaimana Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menyuruhnya pergi dari rumah (di Madinah) untuk berperang ke Badar dengan kebenaran pula. Menurut At-Ṭabarī, keluar dari rumah dengan maksud berperang.