Surah An-Nisa — Ayat 159

Wanita · 4:159 · 159/176

وَإِن مِّنْ أَهْلِ ٱلْكِتَـٰبِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِۦ قَبْلَ مَوْتِهِۦ ۖ وَيَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا

Wa-in min ahli alkitabi illalayu'minanna bihi qabla mawtihi wayawma alqiyamati yakoonuAAalayhim shaheeda

Tilawah ayat

Terjemahan ayat ini 6

Kementerian Agama RI

Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi atas mereka.

King Fahad Quran Complex

Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (ʻIsa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti, ʻIsa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

Perusahaan Sabiq

Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya. Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.

Sabiq · edisi sumber

159. Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya.[245] Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi mereka.

Catatan

[245]. Setiap orang Yahudi dan Nasrani akan beriman kepada 'Isa -'alaihissalām- sebelum wafatnya, bahwa dia adalah Rasulullah, bukan anak Allah. Sebagian mufassir berpendapat bahwa mereka mengimani hal itu sebelum wafat.

Kementerian Agama · edisi sumber

Tidak ada seorang pun di antara Ahli Kitab yang tidak beriman kepadanya (Isa) menjelang kematiannya.245) Dan pada hari Kiamat dia (Isa) akan menjadi saksi atas mereka.

Catatan

245) Setiap orang Yahudi dan Nasrani akan beriman kepada Nabi Isa -'alaihissalām- sebelum wafatnya di akhir zaman ketika dia turun nanti, bahwa dia adalah Rasulullah, bukan anak Allah. Sebagian mufasir berpendapat bahwa mereka mengimani hal itu sebelum wafat.

King Fahad Quran Complex · edisi sumber

Tidak ada seorang pun dari ahli kitab, kecuali akan beriman kepadanya (ʻIsa) sebelum kematiannya380. Dan di hari kiamat nanti, ʻIsa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.

Catatan

380. Tiap-tiap orang Yahudi dan Nasrani akan beriman kepada ʻIsa ‘Alaihissalām sebelum wafatnya, bahwa dia adalah Rasulullah, bukan anak Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Sebagian Mufasir berpendapat bahwa mereka mengimani hal itu sebelum wafat.