Surah Al-Qalam — Ayat 33

Pena · 68:33 · 33/52

كَذَٰلِكَ ٱلْعَذَابُ ۖ وَلَعَذَابُ ٱلْـَٔاخِرَةِ أَكْبَرُ ۚ لَوْ كَانُوا۟ يَعْلَمُونَ

Kathalika alAAathabu walaAAathabual-akhirati akbaru law kanoo yaAAlamoon

Tilawah ayat

Terjemahan ayat ini 6

Kementerian Agama RI

Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.

King Fahad Quran Complex

Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui.

Perusahaan Sabiq

Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.

Sabiq · edisi sumber

33. Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.[849]

Catatan

[849]. Allah menerangkan bahwa Dia menguji penduduk Mekkah dengan menganugerahi nikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak, sebagaimana Allah telah menguji pemilik-pemilik kebun. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertaubat kepada Allah. Demikian pula penduduk Mekkah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekkah.

Kementerian Agama · edisi sumber

Seperti itulah azab (di dunia). Dan sungguh, azab akhirat lebih besar sekiranya mereka mengetahui.849)

Catatan

*849) Allah menerangkan bahwa Dia menguji penduduk Mekkah dengan menganugerahi nikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak, sebagaimana Allah telah menguji pemilik-pemilik kebun. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertobat kepada Allah. Demikian pula penduduk Mekkah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekkah.

King Fahad Quran Complex · edisi sumber

Seperti itulah azab (dunia). Dan sesungguhnya azab akhirat lebih besar jika mereka mengetahui1496.

Catatan

1496. Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā menerangkan bahwa Dia mencobai penduduk Mekah dengan menganugrahi mereka nikmat­nikmat yang banyak untuk mengetahui apakah mereka bersyukur atau tidak, sebagaimana Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā telah mencobai pemilik-pemilik kebun, seperti yang diterangkan pada ayat 17-33. Akhirnya pemilik kebun itu insaf dan bertobat kepada Allah Subḥānahu wa Ta‘ālā. Demikian pula penduduk Mekah yang kemudian menjadi insaf dan masuk Islam berbondong-bondong setelah penaklukan Mekah.